Ganjar Pranowo on Instagram: "Sekitar tahun 1925an waktu Mbah Hisyam hendak boyong dari Pondok Pesantren Jampes Kediri, beliau terlebih dahulu ke Ponpes Tebuireng untuk sowan kepada Mbah Hasyim Asy’ari. Setelah beberapa waktu saat beliau hendak pamit, Mbah Hasyim justru masuk ke kamar lalu keluar membawa sebuah kitab. Betapa kagetnya Mbah Hisyam saat melihat Mbah Hasyim keluar dari kamar sambil membawa kitab Al Muwattha’. Sebuah kitab kumpulan hadist yang disusun oleh Imam Malik yang selama beberapa tahun beliau cari. Alangkah bersyukur dan bahagianya beliau saat Mbah Hasyim justru menyodorkan kitab itu sebagai hadiah. Setelah dari Jampes itu ternyata Mbah Hisyam Kalijaran mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman. Beliau justru melanjutkan pengembaraan keilmuan ke Ponpes Buntet Cirebon, Ponpes Cilongok sampai di Sokaraja. Dan pada tahun 1929 atas restu dari para Kiai, beliau mendirikan Pondok Pesantren di dusun Sokawarah desa Kalijaran Purbalingga. Selain di pondok pesantren beliau juga mengabdikan diri untuk pergerakan kemerdekaan dan berkibarnya NU di daerahnya. Sampai akhirnya beliau menerima mandat sebagai Rais Syuriah PCNU Purbalingga selama 3 periode dari tahun 1973 sampai 1983. Bahkan beliau tetap berkhidmah di NU sampai menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis Kliwon, 12 Januari 1989. Saat ini, eksistensi Pondok Pesantren Sokawarah Kalijaran dalam menyebarkan ajaran ahlussunnah kami kelola secara gotong royong para anak cucunya di bawah komando KH. Achmad Musta’id Billah, yang merupakan adik ayah mertua saya. Dan hari ini menjadi sangat istimewa bagi kami sekeluarga, karena dalam peringatan Satu Abad NU, ribuan nahdliyin bersama jajaran PBNU berbondong-bondong ziarah untuk mengenang perjalanan dan perjuangan Mbah Hisyam. Semoga spirit dan laku Mbah Hisyam menular kepada kita semua untuk menebar Islam yang penuh cinta dan menjunjung tinggi negara."